---------------------------------------------------------------------------------------------------
(+) revisi dari Kementrian - Subsie tetap mengikuti Kasie nya. Hanya perubahan nomenklatur



Download data Pengurus OSIS MPK Lengkap : CLICK HERE






Dasar Hukum


  1. UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
  2. UU Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen;
  3. PP 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;
  4. Peraturan Presiden RI Nomor 7 tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional;
  5. Kep. Mendikbud Nomor 0461/U/1984 tentang Pembinaan Kesiswaan
  6. Kep. Dirjen Dikdasmen Nomor 226/C/0/1992 tentang Pedoman Pembinaan Kesiswaan.
Organisasi Siswa Intra Sekolah (disingkat OSIS) adalah suatu organisasi yang berada di tingkat sekolah diIndonesia yang dimulai dari Sekolah Menengah yaitu Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas(SMA). OSIS diurus dan dikelola oleh murid-murid yang terpilih untuk menjadi pengurus OSIS. Biasanya organisasi ini memiliki seorang pembimbing dari guru yang dipilih oleh pihak sekolah.
Anggota OSIS adalah seluruh siswa yang berada pada satu sekolah tempat OSIS itu berada. Seluruh anggota OSIS berhak untuk memilih calonnya untuk kemudian menjadi pengurus OSIS.



Latar belakang berdirinya OSIS

Tujuan nasional Indonesia, seperti yang tercantum pada Pembukaan Undang-undang Dasar 1945, adalah melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Dan secara operasional diatur melalui Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Pembangunan Nasional dilaksanakan di dalam rangka pembangunan bangsa Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia. Pembangunan pendidikan merupakan bagian dari Pembangunan Nasional. Di dalam garis-garis besar haluan Negara ditetapkan bahwa pendidikan nasional berdasarkan Pancasila, bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang maha Esa, kecerdasan dan keterampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air, agar dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.
Garis-garis Besar Haluan Negara juga menegaskan bahwa generasi muda yang di dalamnya termasuk para siswa adalah penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan nasional yang berdasarkan Pancasila dan undang-undang dasar 1945.
Mengingat tujuan pendidikan dan pembinaan generasi muda yang ditetapkan baik di dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 maupun di dalam garis-garis besar Haluan Negara amat luas lingkupnya, maka diperlukan sekolah sebagai lingkungan pendidikan yang merupakan jalur pendidikan formal yang sangat penting dan strategis bagi upaya mewujudkan tujuan tersebut, baik melalui proses belajar mengajar maupun melalui kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler.

Wawasan Wiyatamandala

Dengan memperhatikan kondisi sekolah dan masyarakat dewasa ini yang umumnya masih dalam taraf perkembangan, maka upaya pembinaan kesiswaan perlu diselenggarakan untuk menunjang perwujudan sekolah sebagai Wawasan Wiyatamandala.
Berdasarkan surat Direktur Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah nomor: 13090/CI.84 tanggal 1 Oktober 1984 perihal Wawasan Wiyatamandala sebagai sarana ketahanan sekolah, maka dalam rangka usaha meningkatkan pembinaan ketahanan sekolah bagi sekolah-sekolah di lingkungan pembinaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen pendidikan dan kebudayaan, mengeterapkan Wawasan Wiyatamandala yang merupakan konsepsi yang mengandung anggapan-anggapan sebagai berikut:
  • Sekolah merupakan wiyatamandala (lingkungan pendidikan) sehingga tidak boleh digunakan untuk tujuan-tujuan diluar bidang pendidikan.
  • Kepala sekolah mempunyai wewenang dan tanggung jawab penuh untuk menyelenggarakan seluruh proses pendidikan dalam lingkungan sekolahnya, yang harus berdasarkan Pancasila dan bertujuan untuk:
    1. meningkatkan ketakwaan teradap Tuhan yang maha Esa,
    2. meningkatkan kecerdasan dan keterampilan,
    3. mempertinggi budi pekerti,
    4. memperkuat kepribadian,
    5. mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air.
  • Antara guru dengan orang tua siswa harus ada saling pengertian dan kerjasama yang baik untuk mengemban tugas pendidikan.
  • Para guru, di dalam maupun di luar lingkungan sekolah, harus senantiasa menjunjung tinggi martabat dan citra guru sebagai manusia yang dapat digugu (dipercaya) dan ditiru, betapapun sulitnya keadaan yang melingkunginya.
  • Sekolah harus bertumpu pada masyarakat sekitarnya, namun harus mencegah masuknya sikap dan perbuatan yang sadar atau tidak, dapat menimbulkan pertientangan antara kita sama kita.
Untuk mengimplementasikan Wawasan Wiyatamandala perlu diciptakan suatu situasi di mana siswa dapat menikmati suasana yang harmonis dan menimbulkan kecintaan terhadap sekolahnya, sehingga proses belajar mengajar, kegiatan kokurikuler, dan ekstrakurikuler dapat berlangsung dengan mantap.
Upaya untuk mewujudkan Wawasan Wiyatamandala antara lain dengan menciptakan sekolah sebagai masyarakat belajar, pembinaan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), kegiatan kurikuler, ko-kurikuler, dan ekstra-kurikuler, serta menciptakan suatu kondisi kemampuan dan ketangguhan yakni memiliki tingkat keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, dan kekeluargaan yang mantap.

Struktur organisasi

Pada dasarnya setiap OSIS di satu sekolah memiliki struktur organisasi yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Namun, biasanya struktur keorganisasian dalam OSIS terdiri atas:
  • Ketua Pembina (biasanya Kepala Sekolah)
  • Wakil Ketua Pembina (biasanya Wakil Kepala Sekolah)
  • Pembina (biasanya guru yang ditunjuk oleh Sekolah)
  • Ketua Umum
  • Wakil Ketua I
  • Wakil Ketua II
  • Sekretaris Umum
  • Wakil Sekertaris I
  • Wakil Sekertaris II
  • Bendahara Umum
  • Wakil Bendahara I
  • Wakil Bendahara II
  • Kepala Seksi ( Kasie ), yang mengkoordinasi Seksi
  • Seksie ( Subsie ) yang membawahi satu atau beberapa ekstra kurikuler dan Organisasi
Dan biasanya dalam struktur kepengurusan OSIS memiliki beberapa pengurus yang bertugas khusus mengkoordinasikan masing-masing kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah.

Arti lambang

Arti bentuk dan warna lambang OSIS:

Bunga bintang sudut lima dan lima kelopak daun bunga

Generasi muda adalah bunga harapan bangsa dengan bentuk bintang sudut lima menunjukkan kemurnian jiwa siswa yang berintikan Pancasila. Para siswa berdaya upaya melalui lima jalan dengan kesungguhan hati, agar menjadi warga negara yang baik dan berguna. Kelima jalan tersebut dilukiskan dalam bentuk lima kelopak daun bunga, yaitu: abdi, adab, ajar, aktif, dan amal.

Buku terbuka

Belajar keras menuntut ilmu pengetahuan dan teknologi, merupakan sumbangsih siswa terhadap pembangunan bangsa dan negara.

Kunci pas

Kemauan bekerja keras akan menumbuhkan rasa percaya pada kemampuan diri dan bebas dari ketergantungan pada belas kasihan orang lain, menyebabkan siswa berani mandiri. Kunci pas adalah alat kerja yang dapat membuka semua permasalahan dan kunci pemecahan dari segala kesulitan.

Tangan terbuka

Kesediaan menolong orang lain yang lemah sesama siswa dan masyarakat yang memerlukan bantuan dan pertolongan, yang menunjukkan adanya sikap mental siswa yang baik dan bertanggung jawab.

Biduk

Biduk / perahu, yang melaju di lautan hidup menuju masa depan yang lebih baik, yaitu tujuan nasional yang dicita – citakan.

Pelangi merah putih

Tujuan nasional yang dicita–citakan adalah masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sejahtera baik material maupun spiritual.

Tujuh belas butir padi, delapan lipatan pita, empat buah kapas, lima daun kapas

Pada tanggal 17 Agustus 1945 adalah peristiwa penegakan jembatan emas kemerdekaan Indonesia mengandung nilai–nilai perjuangan ’45 yang harus dihayati para siswa sebagai kader penerus perjuangan bangsa dan pembangunan nasional. Kemerdekaan yang telah ditebus dengan mahal perlu diisi dengan partisipasi penuh para siswa.

Warna kuning

Sebagai dasar lambang yaitu warna kehormatan/agung. Suatu kehormatan bila generasi muda diberi kepercayaan untuk berbuat baik dan bermanfaat melalui organisasi, untuk kepentingan dirinya dan sesama mereka, sebagai salah satu sumbangsih nyata kepada tanah air, bangsa dan negara.

Warna coklat

Warna tanah Indonesia, berpijak pada kepribadian dan budaya sendiri serta rasa nasional Indonesia.

Warna merah putih

Warna kebangsaan Indonesia yang menggambarkan hati yang suci dan berani membela kebenaran.


SMANSADAY 2016 sebagai kegiatan untuk memperingati HUT SMA Negeri 1 Pati dibuka pada hari ini. Pembukaan diawali dengan seluruh siswa kelas X dan XI mengikuti apel sebelum kegiatan dihari pertama SMANSADAY dilaksanakan. Kepala SMA Negeri 1 Pati, Bapak Budi Santosa memberikan pengarahan pada apel pembukaan ini, inti dari yang disampaikan oleh Bapak Budi adalah prestasi SMA Negeri 1 Pati harus ditingkatkan, semakin bertambahnya usia semakin bertambah pula prestasinya. 

 Dilanjutkan dengan pelepasan sepasang burung merpati oleh Kepala SMA Negeri 1 Pati sebagai bentuk simbolis bahwa kegiatan  SMANSADAY 2016 telah dibuka.       
Setelah dilaksanakannya apel pembukaan, seluruh siswa yang mewakili kelas dan bapak ibu guru mempersiapkan untuk mengikuti kegatan SMANSADAY yang pertama yaitu Sepeda Santai. Dengan begitu meriah dan semangat peserta sepeda santai mengikuti jalannya sepeda santai dengan baik. Dalam sepeda santai kali ini, peserta akan mendapatkan kupon yang nantinya akan diundi untuk mendapatkan doorprize,hadiah utama pada sepeda santai ini adalah Sepeda. Jarak yang ditempuh oleh peserta sepeda santai ini kurang lebih 5 KM, dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit.

Setelah kegiatan Sepeda Santai selesai dilanjutkan dengam kegitan yang lain, yaitu Games dan Final futsal. Pada Final Futsal kali ini memperteukan Tim 9 yang terdiri dari kelas XII dengan Tim 1 yang terdiri dari kelas X. Pertandingan Final Futsal ini dibuka dengan pertandingan pembuka dengan mempertemukan Tim Guru dengan Tim Siswa. Meskipun para guru memiliki usia yang tidak muda lagi, semangat untuk bermain futsal tetap membara. Akan tetapi, pada petandingan pembuka ini dimenangkan oleh Tim siswa. Setelah dilaksankannya pertandingan pembuka, dilanjutkan dengan pertandingan final futsal. Pada saat pertandingan kedua tim sangat bersemangat dan berambisi untuk memenangkan petandingan, meskipun demikan para pemain tetap menjaga sportifitas. Di kedua tim sangat sengit dalam memperebutkan bola, hingga akhir babak ke dua di kedua tim memiliki score yang sama yaitu 2-2. Akhirnya pertandingan dilanjutkan dengan babak adu pinalti, dengan babak adu pinalti ini berhasil memunculkan juara final futsal, yaitu Tim 9. Di lihat dari pertandingan, meskipun memiliki beda usia Tim 1 yang terdiri dari kelas X ini memiliki skill yang sangat baik yang tidak jauh beda dengan Tim 9, yang terdiri dari kelas XII.

Pada kegitan yang lain, yaitu kegitan Games terlihat para peserta yang mewakili kelasnya masing masing terlihat begitu semangt dan meriah, karena memang pada Games ini, permainan yang ditandingkan begitu menarik dan menantang, sehingga tidak jarang para peserta dan penonton bersorak sorak untuk mendukung kelasnya masing-masing. Permainan yang ditandingkan antara lain, bakiak, stocking, dan lempar balon. Meskipun permainannya termasuk permainan sederhana, karena semangat dan gembira permainan tersebut menjadi meriah.

Selain kegiatan-kegitan diatas, pihak panitia juga membuka stand-stand untuk kelas-kelas yang bersedia mengisi stand tersebut. Sehingga pada hari pertama SMANSADAY menjadi lebih meriah dan ramai. (HM)

OSIS SMA NEGERI 1 PATI-Tanggal 21 April diperingati sebgai hari lahirnya Raden Ajeng Kartini, atau biasa dikenal dengan R.A Kartini. Dengan penuh dedikasi dan semangat juang RA Kartini mejadi seorang pahlawan emansipasi wanita di Indonesia. Kesamaan hak dengan pria, ia perjuangkan demi wanita-wanita bangsa Indonesia. Sebagai penerus bangsa, sudah selakyaknya kita bangga dengan pahlawan-pahlwan Indonesia, tidak hanya bangga, kita juga meneruskan perjuangannya, menjaga apa yang telah diperjuangkan.  Memperingati hari lahrinya RA Kartini, tdak hanya sebatas peringatan biasa, tetapi memiliki nilai moral yang tinggi, perjuangan, cinta tanah air, dan keyakinan , dan akhirnya bisa kita nikmati hingga saat ini.

Untuk memeriahkan Hari Kartini, SMA Negeri 1 Pati menyelanggarakan peringatan Hari Kartini, yang diikuti dengan berbagai kegiatan didalamnya, seperti menghias tumpeng, merias wajah, dan Kartini Kartono. Selain itu, untuk lebih mencintai budaya Indonesia, setiap siswa wajib menggunakan batik ketika peringatan Hari Kartini


Sebelum melakukan kegiatan-kegiatan tersebut, siswa apel di depan Kridangga, untuk diberikan arahan. Ketika apel, pembina apel, yang saat itu adalah Ibu Puji, memberikan motivasi tentang perjuangan RA Kartini pada masanya, dan supaya meneladani perjuangannya tersebut.

Setelah apel diubarkan, dimulailah kegiatan-kegiatan untuk memeriahkan . Kegiatan pertama yang dilakukan adalah lomba merias wajah. Setiap kelas diwajibkan mengikuti lomba merias wajah, yang diwakili oleh 1 teman yang akan dirias, dan 2 teman lainnya sebagai perias.  Durasi untuk merias kurang lebih 2 jam. Dalam lomba ini, peserta lomba harus bisa merias senatural mungkin dan tidak berlebihan, dan ketika ditampilkan peserta yang dirias menggunakan baju khas Indonesia. Dalam lomba ini diharapkan peserta terutama perempuan bisa menghias diri dengan menarik, tetapi tidak meninggalkan budaya Indonesia.

Kegiatan selanjutnya adalah Kartini Kartono. Setiap kelas mengirimkan satu pasangan laki-laki dan perempuan sebgai Kartini dan Kartono. Setiap pasangan dituntut berjalan ditempat yang disediakan, dengan sikap dan kekompakan yang mereka miliki. Peserta yang sebgai Kartono dituntut berwibawa ketika tampil layaknya kekhasan laki-laki Jawa, dan yang perempuan dituntut halus, layaknya kekhasan perempuan Jawa. Dalam lomba Kartini Kartono terdapat 2 babak, babak pertama semua peserta tampil, dan dari kesemua peserta tersebut diambil 5 laki-laki dan 5 perempuan. Setelah terpilih ke 5 Kartini dan Kartono, akan dilanjutkan babak final, dimana peserta yang terpilih akan dipilih kembali menjadi 3 peserta Kartono terbaik dan 3 Kartini terbaik.


Setelah kegiatan merias wajah selesai, dilanjutkan kegiatan menghias tumpeng. Dalam lomba ini setiap kelas diwakili oleh 3 penghias laki-laki. Pada lomba menghias tumpeng ini peserta dituntut menghias tumpeng yang ada dengan seindah mungkin dan semenark mungkin dengan waktu yang telah disediakan.



Dengan diadakannya SMANSA Kartininan ini, siswa diharapkan dapat memetik nilai-nilai dari peringatan tersebut dan bisa meneladi dan memperthankan  perjuangan, cinta tanah air, dan semangat para pahlwan yang telah memperjuangkan Indonesia ini.-hm


Apapun yang kita dapatkan saat ini,berasal dari alam. Oleh karena itu kita harus berterima kasih kepada Tuhan karena telah memberikan alam yang istimewa ini. Salah satu bentuk dari rasa syukur siswa SMA 1 Pati terhadap alam adalah mencintai alam itu sendiri, dengan cara menanam bersama beberapa jenis tanaman di wilayah SMA Negeri 1 Pati yang dilaksanakan hari ini 13 Febuari 2016. 

Sebelumnya siswa diwajibkam membawa tanaman yang sudah ditentukan, siswa bisa memilih tanaman asoka, pucuk merah dan ada beberpa jenis tanaman lainnya. Tempat penanaman berada di tempat-tempat yang sudah di tentukan. Seperti di depan tempat parkir, baik parkir siswa maupun guru, di di sepanjang dekat pagar bagian depan, dan ada beberpa tempat lainnnya. Setiap kelas sudah ditentukan tempat untuk menanam, dan siswa siswi yang menanam di dampingi oleh guru wali kelas dan bapak ibu guru lainnya. 

Pelakasanaan penanam bersama ini dilakukan setelah jam pelajaran selesai, yaitu pukul 10.30 WIB. 
Meski terik matahari cukup membuat berkeringat, tapi semua siswa terlihat bersemangat. Penanam bersama seperti ini bisa dijadikan sebagai media untuk menyeimbangkan pikiran dengan alam, sehingga siswa bisa tenang dan rileks dalam berfikir.

Diharapkan penanam bersama ini bisa membuat warga SMA Negeri 1 Pati lebih mencitai alam, meski hanya dengan tindakan sederhana sekalipun. Selain itu denga  adanya penanaman ini, bisa menjadikan sekolah menjadi lebih hijau, asri dan nyaman sebagai tempat pembelajaran.
Kegiatan Greenday With Smansa (GWS) dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda, dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober 2015. Semua warga sekolah melaksanakan kegiatan yang bermanfaat bagi sekolah.

Berikut ini adalah foto-foto ketika pelaksanaan kegiatan tersebut :
Kegiatan Apel




Kegiatan Apel























MPK

Kegiatan Jalan Santai

Kegiatan Jalan Santai

Kegiatan Wall Art

Kegiatan Wall Art
Lomba Poster dengan tema Pahlawan
POSTER

Pentas Seni

Pentas Seni


Dengan acara ini diharapkan siswa supaya selalu ingat akan jasa para pahlawan, tetap sehat Rohani maupun Jasmani
Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi semua warga SMA N 1 PATI.
Terima kasih


Dalam rangka hari raya idul adha siswa SMA N 1 PATI diwajibkan untuk mengikuti sholat idul adha di sekolah yang di mulai pada pukul 06.00 dengan imam Bapak Ahmad Barokah dengan khotib Bapak Nuryanto, setiap siswa di wajibkan untuk menulis rangkuman dari khotbah Bapak Nuryanto dan di kumpulkan.Setelah acara tersebut siswa SMA N 1 PATI melaksanakan penyembelihan hewan qurban, setiap kelas di wajibkan untuk berqurban seekor kambing dengan ketentuan yang sudah ada. Pada acara penyembelian hewan qurban diadakan acara fashion show dengan kambing, setiap kelas di wajibkan untuk melaksanakan fashion show tersebut dengan semenarik mungkin dan yang paling bagus akan mendapatkan hadiah dari rohis SMA N 1 PATI.
Setelah fashion show siswa memotong-motong hewan qurban di lapangan belakang setiap kelas di wajibkan untuk memberikan 15buah plastik yang berisikan 3 onz daging kambing dan 2 onz tulang dalam setiap plastik.Selanjutnya para siswa pulang ke rumah masing-masing untuk memasak daging dari hasil potongan qurban tersebut bersama teman sekelasnya.
Berikut ini adalah vidio pemotongan hewan qurban di SMA N 1 PATI



Berikut ini foto-foto kegitan hari raya idul adha  SMA N 1 PATI :












Alhamdulillah acara idul adha di SMA N 1 PATI berjalan dengan lancar. Semoga semua warga SMA N 1 PATI dapat mengambil hikmah dari acara ini.