SMANSA KARTININAN 2016

/
0 Comments
OSIS SMA NEGERI 1 PATI-Tanggal 21 April diperingati sebgai hari lahirnya Raden Ajeng Kartini, atau biasa dikenal dengan R.A Kartini. Dengan penuh dedikasi dan semangat juang RA Kartini mejadi seorang pahlawan emansipasi wanita di Indonesia. Kesamaan hak dengan pria, ia perjuangkan demi wanita-wanita bangsa Indonesia. Sebagai penerus bangsa, sudah selakyaknya kita bangga dengan pahlawan-pahlwan Indonesia, tidak hanya bangga, kita juga meneruskan perjuangannya, menjaga apa yang telah diperjuangkan.  Memperingati hari lahrinya RA Kartini, tdak hanya sebatas peringatan biasa, tetapi memiliki nilai moral yang tinggi, perjuangan, cinta tanah air, dan keyakinan , dan akhirnya bisa kita nikmati hingga saat ini.

Untuk memeriahkan Hari Kartini, SMA Negeri 1 Pati menyelanggarakan peringatan Hari Kartini, yang diikuti dengan berbagai kegiatan didalamnya, seperti menghias tumpeng, merias wajah, dan Kartini Kartono. Selain itu, untuk lebih mencintai budaya Indonesia, setiap siswa wajib menggunakan batik ketika peringatan Hari Kartini


Sebelum melakukan kegiatan-kegiatan tersebut, siswa apel di depan Kridangga, untuk diberikan arahan. Ketika apel, pembina apel, yang saat itu adalah Ibu Puji, memberikan motivasi tentang perjuangan RA Kartini pada masanya, dan supaya meneladani perjuangannya tersebut.

Setelah apel diubarkan, dimulailah kegiatan-kegiatan untuk memeriahkan . Kegiatan pertama yang dilakukan adalah lomba merias wajah. Setiap kelas diwajibkan mengikuti lomba merias wajah, yang diwakili oleh 1 teman yang akan dirias, dan 2 teman lainnya sebagai perias.  Durasi untuk merias kurang lebih 2 jam. Dalam lomba ini, peserta lomba harus bisa merias senatural mungkin dan tidak berlebihan, dan ketika ditampilkan peserta yang dirias menggunakan baju khas Indonesia. Dalam lomba ini diharapkan peserta terutama perempuan bisa menghias diri dengan menarik, tetapi tidak meninggalkan budaya Indonesia.

Kegiatan selanjutnya adalah Kartini Kartono. Setiap kelas mengirimkan satu pasangan laki-laki dan perempuan sebgai Kartini dan Kartono. Setiap pasangan dituntut berjalan ditempat yang disediakan, dengan sikap dan kekompakan yang mereka miliki. Peserta yang sebgai Kartono dituntut berwibawa ketika tampil layaknya kekhasan laki-laki Jawa, dan yang perempuan dituntut halus, layaknya kekhasan perempuan Jawa. Dalam lomba Kartini Kartono terdapat 2 babak, babak pertama semua peserta tampil, dan dari kesemua peserta tersebut diambil 5 laki-laki dan 5 perempuan. Setelah terpilih ke 5 Kartini dan Kartono, akan dilanjutkan babak final, dimana peserta yang terpilih akan dipilih kembali menjadi 3 peserta Kartono terbaik dan 3 Kartini terbaik.


Setelah kegiatan merias wajah selesai, dilanjutkan kegiatan menghias tumpeng. Dalam lomba ini setiap kelas diwakili oleh 3 penghias laki-laki. Pada lomba menghias tumpeng ini peserta dituntut menghias tumpeng yang ada dengan seindah mungkin dan semenark mungkin dengan waktu yang telah disediakan.



Dengan diadakannya SMANSA Kartininan ini, siswa diharapkan dapat memetik nilai-nilai dari peringatan tersebut dan bisa meneladi dan memperthankan  perjuangan, cinta tanah air, dan semangat para pahlwan yang telah memperjuangkan Indonesia ini.-hm


You may also like